Bab 1 Hakikat Belajar dan Pembelajaran
A. Pengertian Belajar
Istilah belajar bukanlah sesuatu yang baru di kalangan masyarakat khususnya bagi mahasiswa itu sendiri, sudah sangat dikenal secara luas. Tetapi pembahasan belajar ini mempunyai pemahaman dan definisi yang berbeda-beda. Namun dapat dijelaskan atau disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahapan, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa maupun dalam bertindak.
B. Pengertian Hasil Belajar
Berdasarkan pengertian belajar yang telah di jelaskan diatas dapat kita pahami tentang makna hasil belajar yaitu perubahan yang terjadi pada diri seorang peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah melalui kegiatann belajar untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang lebih baik lagi.
Untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang diinginkan, Sunal (1993:94) mengemukakan bahwa dengan cara evaluasi. Dengan dilakukannya evaluasi atau penilaian dapat dijadikan feedback atau tindak lanjut atau bahkan cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa.
C. Macam Macam Hasil Belajar
Dari yang telah dijelaskan diatas maka untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan macam macam hasil belajar sebagai berikut :
1. Pemahaman konsep
Pemahaman dapat diartikan sebagai kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang telah dipelajari. Dari pemahaman tersebut peserta didik mampu menerima, menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan pendidik (guru) kepada peserta didik atau sejauh mana peserta didik dapat memahami serta mengerti apa yang dia baca, dilihat dialami atau yang dirasakan sesuai dengan apa yang ia lakukan.
2. Keterampilan proses
Keterampilan dapat diarikan sebagai suatu potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Adapun keterampilan proses adalah keterampilan pesesrta didik yang mengarah kepada kemampuan mental, fisik dan sosial sebgai penggerak kemampuan yang dimilikinya.
Dalam melatih keterampilan proses, dapat pula dikembangkan sikap-sikap yang dikehendaki seperti kreativitas, kerja sama, bertanggung jawab, dan disiplin sesusai dengan yang bersangkutan.
Indrawati menyebutkan ada enam aspek keterampuilan proses yang meliputi :
a. Observasi
b. Klasisfikasi
c. Pengukuran
d. Mengkomunikasikan
e. Memberikan penjelasan (interpretasi)
f. Eksperimen
3. Sikap
Sikap adalah evaluasi atau reaksi perasaan. Sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata melainkan mencakup aspek respons fisik, jadi keduanya harus ada kekompakkan,
Azwar mengungkapkan struktur sikap terdiri dari tiga komponen yang saling menunjang, yaitu :
a. Kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap.
b. Afektrif merupakan perasaan yang menyangkut emosional.
c. Konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap ynag dimiliki seseorang.
D. Faktor Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar
a. Faktor internal : yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang bersumber dari dalam diri peserta diidk meliputi, kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan.
b. Faktor eksternal : yang dapat memengaruhu hasil belajar bersumber dari luar diri peserta diidk meliputi, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Factor kemampuan peserta didik pengaruhnya dari hasil belajar meliputi : kecerdasan anak, kesiapan atau kematengan, bakat anak, kemauan belajar, minat, model penyajian materi pelajaran, pribadi dan sikap guru, suasana pengajaran, kompetensi guru serta masyarakat.
E. Pengertian Pembelajaran
Kata pembelajaran meruapakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendiidk dan sumber belajar pada lingkungan belajar.
F. Kinerja Mengajar Guru
Kinerja diartikan sebgai daya guna melaksanakan kewajiban atau tugas untuk sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja yang diemban dan melaksanakan tugas sesuai dengan hasil yang diperoleh.
Hradesky dalam Gibson et al., (1985:242) mengemukakan kriteria-kriteria yang berorientasi pada kinerja meliputi :
Kemampuan intelektual : yaitu kapasitas untuk berpikir logis
1. Ketegasan : kemampuan untuk menganalisis secara tepat dan singkat
2. Semangat (antusiasme) : kapasitas untuk bekerja secara aktif
3. Berorientasi pada hasil : keinginan untuk mencapai suatu hasil
3. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas : kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin yang tinggi
5. Asertif : kemampuan untuk mengambil alih tanggung jawab
6. Keterampilan interpersonal : kecenderungan untuk menunjukkan perhatian pemahaman
7. Keingintahuan : kemampuan untuk melakukan usaha yang rumit secara objektif
8. Produktif : kemampuan untuk melalukan inisiatif secara mandiriK
9. eterbukaan : kemampuan untuk mengungkapkan pendapat secara langsung
10. Pemberdayaan kemampuan : sikap percaya diri untuk selalu melaksanakn tugas dan kepercayaan
11. Teknis, dan pengetahuan, keterampilan, keputusan, perilaku, tanggung jawab.
G. Kinerja Mengajar di Sekolah Dasar
Peran dan fungsi guru atau pendidik :
1. Sebagai pendiidk dan pengajar
2. Sebagai anggota masyarakat
3. Sebagai pemimpin
4. Sebagia administrator
5. Sebagia pengelola pembelajaran
Kegiatan pokok seorang pendidik :
1. Merencanakan pembelajaran
2. Melaksanakan pembelajaran
3. Mengevaluasi pembelajaran
H. Pembelajaran Efektif
Pembelajaran efektif merupakan tolak ukur keberhasilan guru dalam mengeloka kelas. Untuk dapat mewujudkan suatu pembelajarn yang efektif, maka perlu diperhatikan be erapa aspek diantaranya :
Guru haus membuat persiapan mengajar yang sistematis.
1. Proses belajar mengajar harus berkualitas tinggi yang ditunjukkan dengan adanya penyampaian materi oleh guru secara sistematis dan menggunakan berbagai variasi di dalam penyampaian baik itu media, metode, suara, maupun gerak.
2. Wktu selama proses belajar mengajar berlangsung digunakan secara efektif.
3. Motivasi mengajar guru dan motivasi mengajar siswa cukup tinggi
4. Hubungan interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bagus sehingga setiap terjadi kesulitan belajar dapat segera diatasi.
Sumber Buku : Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar, Karangan : Dr. Ahmad Susanto, M.Pd
Istilah belajar bukanlah sesuatu yang baru di kalangan masyarakat khususnya bagi mahasiswa itu sendiri, sudah sangat dikenal secara luas. Tetapi pembahasan belajar ini mempunyai pemahaman dan definisi yang berbeda-beda. Namun dapat dijelaskan atau disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahapan, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa maupun dalam bertindak.
B. Pengertian Hasil Belajar
Berdasarkan pengertian belajar yang telah di jelaskan diatas dapat kita pahami tentang makna hasil belajar yaitu perubahan yang terjadi pada diri seorang peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah melalui kegiatann belajar untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang lebih baik lagi.
Untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang diinginkan, Sunal (1993:94) mengemukakan bahwa dengan cara evaluasi. Dengan dilakukannya evaluasi atau penilaian dapat dijadikan feedback atau tindak lanjut atau bahkan cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa.
C. Macam Macam Hasil Belajar
Dari yang telah dijelaskan diatas maka untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan macam macam hasil belajar sebagai berikut :
1. Pemahaman konsep
Pemahaman dapat diartikan sebagai kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang telah dipelajari. Dari pemahaman tersebut peserta didik mampu menerima, menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan pendidik (guru) kepada peserta didik atau sejauh mana peserta didik dapat memahami serta mengerti apa yang dia baca, dilihat dialami atau yang dirasakan sesuai dengan apa yang ia lakukan.
2. Keterampilan proses
Keterampilan dapat diarikan sebagai suatu potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Adapun keterampilan proses adalah keterampilan pesesrta didik yang mengarah kepada kemampuan mental, fisik dan sosial sebgai penggerak kemampuan yang dimilikinya.
Dalam melatih keterampilan proses, dapat pula dikembangkan sikap-sikap yang dikehendaki seperti kreativitas, kerja sama, bertanggung jawab, dan disiplin sesusai dengan yang bersangkutan.
Indrawati menyebutkan ada enam aspek keterampuilan proses yang meliputi :
a. Observasi
b. Klasisfikasi
c. Pengukuran
d. Mengkomunikasikan
e. Memberikan penjelasan (interpretasi)
f. Eksperimen
3. Sikap
Sikap adalah evaluasi atau reaksi perasaan. Sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata melainkan mencakup aspek respons fisik, jadi keduanya harus ada kekompakkan,
Azwar mengungkapkan struktur sikap terdiri dari tiga komponen yang saling menunjang, yaitu :
a. Kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap.
b. Afektrif merupakan perasaan yang menyangkut emosional.
c. Konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap ynag dimiliki seseorang.
D. Faktor Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar
a. Faktor internal : yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang bersumber dari dalam diri peserta diidk meliputi, kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan.
b. Faktor eksternal : yang dapat memengaruhu hasil belajar bersumber dari luar diri peserta diidk meliputi, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Factor kemampuan peserta didik pengaruhnya dari hasil belajar meliputi : kecerdasan anak, kesiapan atau kematengan, bakat anak, kemauan belajar, minat, model penyajian materi pelajaran, pribadi dan sikap guru, suasana pengajaran, kompetensi guru serta masyarakat.
E. Pengertian Pembelajaran
Kata pembelajaran meruapakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendiidk dan sumber belajar pada lingkungan belajar.
F. Kinerja Mengajar Guru
Kinerja diartikan sebgai daya guna melaksanakan kewajiban atau tugas untuk sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja yang diemban dan melaksanakan tugas sesuai dengan hasil yang diperoleh.
Hradesky dalam Gibson et al., (1985:242) mengemukakan kriteria-kriteria yang berorientasi pada kinerja meliputi :
Kemampuan intelektual : yaitu kapasitas untuk berpikir logis
1. Ketegasan : kemampuan untuk menganalisis secara tepat dan singkat
2. Semangat (antusiasme) : kapasitas untuk bekerja secara aktif
3. Berorientasi pada hasil : keinginan untuk mencapai suatu hasil
3. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas : kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin yang tinggi
5. Asertif : kemampuan untuk mengambil alih tanggung jawab
6. Keterampilan interpersonal : kecenderungan untuk menunjukkan perhatian pemahaman
7. Keingintahuan : kemampuan untuk melakukan usaha yang rumit secara objektif
8. Produktif : kemampuan untuk melalukan inisiatif secara mandiriK
9. eterbukaan : kemampuan untuk mengungkapkan pendapat secara langsung
10. Pemberdayaan kemampuan : sikap percaya diri untuk selalu melaksanakn tugas dan kepercayaan
11. Teknis, dan pengetahuan, keterampilan, keputusan, perilaku, tanggung jawab.
G. Kinerja Mengajar di Sekolah Dasar
Peran dan fungsi guru atau pendidik :
1. Sebagai pendiidk dan pengajar
2. Sebagai anggota masyarakat
3. Sebagai pemimpin
4. Sebagia administrator
5. Sebagia pengelola pembelajaran
Kegiatan pokok seorang pendidik :
1. Merencanakan pembelajaran
2. Melaksanakan pembelajaran
3. Mengevaluasi pembelajaran
H. Pembelajaran Efektif
Pembelajaran efektif merupakan tolak ukur keberhasilan guru dalam mengeloka kelas. Untuk dapat mewujudkan suatu pembelajarn yang efektif, maka perlu diperhatikan be erapa aspek diantaranya :
Guru haus membuat persiapan mengajar yang sistematis.
1. Proses belajar mengajar harus berkualitas tinggi yang ditunjukkan dengan adanya penyampaian materi oleh guru secara sistematis dan menggunakan berbagai variasi di dalam penyampaian baik itu media, metode, suara, maupun gerak.
2. Wktu selama proses belajar mengajar berlangsung digunakan secara efektif.
3. Motivasi mengajar guru dan motivasi mengajar siswa cukup tinggi
4. Hubungan interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bagus sehingga setiap terjadi kesulitan belajar dapat segera diatasi.
Sumber Buku : Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar, Karangan : Dr. Ahmad Susanto, M.Pd
👍
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus