BAB 6 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan di Sekolah Dasar
A. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pengetahuan alam, yang sering disebut juga dengan istilah pendidikan sains disingkat menjadi IPA, merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia termasuk pada jenjang sekolah dasar. Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian peserta didik, mulai dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah.
Sains atau IPA adalah usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran serta menggunakan prosedur dan dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu kesimpulan. Dalam hal ini, para guru khususnya yang mengajar sains di sekolah dasar diharapkan mengetahui dan mengerti hakikat pembelajaran IPA, sehingga dalam pembelajaran IPA guru tidak kesulitan dalam mendesain dan melaksanakan pembelajaran. Siswa yang melakukan pembelajaran juga tidak mendapat kesulitan dalam memahami konsep sains.
Hakikat pembelajaran sains yang didefinisikan sebagai Ilmu tentang alam yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Ilmu pengetahuan alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu: Ilmu pengetahuan alam sebagai produk, proses dan sikap. Dari ketiga komponen IPA ini, Sutrisno (2007) menambahkan bahwa IPA juga sebagai prosedur dan IPA sebagai teknologi. Akan tetapi, penambahan ini bersifat pengembangan dari ketiga komponen di atas, yaitu pengembangan prosedur dari proses sedangkan teknologi dari aplikasi konsep dari prinsip-prinsip IPA sebagai produk.
Pertama, Ilmu pengetahuan alam sebagai produk, yaitu kumpulan hasil penelitian yang telah ilmuwan lakukan dan sudah membentuk konsep yang telah dikaji sebagai kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Bentuk IPA sebagai produk, antara lain:
1. Fakta dalam IPA, pertanyaan-pertanyaan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dan mudah dikonfirmasi secara objektif.
2. Konsep IPA merupakan suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA.
3. Prinsip IPA yaitu generalisasi tentang hubungan di antara konsep-konsep IPA.
4. Hukum-hukum dalam IPA, prinsip-prinaip yang sudah ada diterima meskipun bersifat tentatif(sementara).
5. Teori ilmiah merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep dan prinsip yang saling berhubungan.
Kedua, Ilmu pengetahuan alam sebagai proses, yaitu untuk menggali dan memahami pengetahuan tentang alam. Adapun pr{ses dalam memahami IPA disebut dengan keterampilan proses sains (science process skills) adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan, seperti mengamati, mengukir, mengklasifikaau dan menyimpulkan.
Ketiga, ilmu pengetahuan alam sebagai sikap. Sikap ilmiah harus dikembangkan dalam pembelajaran sains. Hal ini sesuai dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan dalam melakukan penelitian dan mengkomunikaaikan hasil penelitiannya. Menurut Sulistyorini, ada sembilan aspek yang dikembangkan dari sikap ilmiah dalam pembelajaran sains, yaitu: sikap ingin tahu, ingin mendapat sesuatu yang baru, sikap kerja sama, tidak putus asa, tidak berprasangka, mawas diri, bertanggung jawab, berpikir bebas dan kedisiplinan diri.
Lebih lanjut, IPA juga memiliki karakteristik sebagai dasar untuk memahaminya. Karakteristik tersebut menurut Jacobson&abergam (1980), meliputi:
1. IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori.
2. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental, serta mencermati fenomena alam termasuk juga penerapannya.
3. Sikap keteguhan hati, keingintahuan dan ketekunan dalam menyingkap rahasia alam.
4. IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagian atau beberapa saja.
5. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif.
B. Tujuan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Adapun pembelajaran sains di sekolah dsar dalam Badan Nasiona Standar Pendidikan (BSNP, 2006), dimaksudkan untuk:
1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang MAha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaannNya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling memengaruhi anatara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestrarikan lingkungan alam.
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMI.
C. Pembelajaran IPA Berbasis INKUIRI
Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatab mengobservasu, merumuskan pertanyaan yang relevan, mengevaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasu, me-review apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data serta membuat prediksi dan mengkomnukasikan hasilnya.
Tujuan utama pembelajaran berbasis inkuiti menurut Nasional Research Council (NRC, 2000), sebagai berikut:
1. Mengembangkan keinginan dan motivasi siswa untuk mempelajari prinsip dan konsep sains.
2. Mengembangkan keterampilan ilmiah siswa sehingga mampu bekerja seperti layaknya seorang ilmuwan.
3. Membiasakan siswa beker+a keras untuk memperoleh pengetahuan.
Tujuan diatas dapat dicapai dengan mengikuti sintaks yang ada dalam pembelajaran inkuiri, Joyce & Well (1996) mengemukakan bahwa sintaks inkuiri sains teridiri atas empat fase, yaitu: a) fase investigasi dan pengenalan kepada siswa; b) pengelompokkan masalah oleh siswa; c) identifikasi masalah dalam penyelidikan;dan d) memberikan kemungkinan mengatasi kesulitan/masalah.
Menurut National Science Education Standard (NRC, 1996), perencanaan pengajaran inkuiri dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut:
1. Mengembangkan kerangka kerja jangka panjang(setahun) dan tujuan tujuan jangka pendek bagi siswanya.
2. Memilih konten sains, mengadaptasi dan merancang kurukulum yang memenuhi minat, pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan pengalaman siswa.
3. Memilih strategi mengajar dan penilaian yang mendukung pengembangan pemahaman siswa dan memberikan dampak ringan terhadap masyarakat pembelajaran sains.
4. Bekerja sama sebagai kolega di dalam disiplin, juga lintas disiplin dan jenjang kelas.
Tahapan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran sains atau IPA di sekolah dasar dapatdikelompokkan ke dalam lima tahapan, yaitu:
1. Adanya kegiatan merumuskan pertanyaan yang dapat diteliti melalui percobaan sederhana.
2. Adanya perumusan hipoteaisatau membuat prediksi
3. Merencanakan dan melaksanakan suatupercobaan sederhana.
4. Mengkomunikasika hasil pengamatan dengan menggunakan data serta peralatan yang digunakan dalam percobaan sederhana.
5. Menyimpulkan hasil pengamatan atau eksperimen yang telah dilakukan.
D. Tugas Utama dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 Tahun 2003,ada sepuluh kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam mengajar dan bersikap, yaitu:
1. Memiliki kepribadian ideal sebagai guru.
2. Penguasaan landasan kependidikan.
3. Menguasai bahan pembelajaran.
4. Kemampuan mentusun program pembelajaran.
5. Kemampuan melaksanakan program pembelajaran.
6. Kemampuan menilai hasil dan proses belajar mengajar.
7. Kemampuan menyelenggarakan program bimbingan.
8. Kemampuan menyelenggarakan administrasi sekolah.
9. Kemampuan bekerja sama dengan sejawat dan masyarakat.
10. Kemampuan menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pembelajaran.
Kompetensi guru dalam pembelajaran IPA guru dapat melakukannya melalui praktikum sederhana dengan pembelajaran yang berbasis inkuiri, maka guru memiliki tugas-tugas yang lebih spesifik, seperti memfasilitasi siswa untuk dapat melakukan pengamatan dan diskusi dimana pembelajaran ini membutuhkan peralatan dan bahan-bahan dalam pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar