BAB 10 Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan di Sekolag Dasar


Bab 10 bagian 1


A. PENDIDIKAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN 
    Pendidikan seni budaya dan keterampilan (SBK) pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya yang aspek-aspeknya, meliputi: seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan. Pendidikar kesenian sebagaimana yang dinyatakan Ki Hajar Dewantara dalam Bastomi (1993 20), merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepribadian anak. Pendidikan seni di sekolah, dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan dalam membentuk jiwa dan kepriba dian, berakhlak mulia (akhlakul karimah). Pendidikan seni budaya dan keterampilan sebagai mata pelajaran di sekolah sangat penting keberadaannya, karena pendidikan ini memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pendidikan SBK di sekolah dasar memiliki fungsi dan tujuan untuk mengembangkan sikap dan kcmampuan dalam berkarya dan berapresiasi. Pendidikan SBK memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memerhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi-kecerdasan terdiri atas kecerdasan intrapersonal, Suek erpersonal, visual, musikal, linguistik, logika, matematis, naturalisdak kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual, moral serta kecerdasan emosional. 
B. HAKIKAT PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN 
        Pendidikan SBK sebagai mata pelajaran di sekolah dirasakan sangat penting keberadaannya bagi siswa, karena pelajaran ini memiliki suat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual berarti bertujuan mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri dengan berbagai cara. Multid.mensional berarti bahwa mengembangkan konipetensi kemampuan dasaf SIswa yang mencakup persepsi, pengetahuan, pemanama analisis, evaluasi, apresiasi, dan produktivitas dalam me nyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri, dengan memadukan unsur logika, etika dan estetika. 
Pendidikan SBK memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memerhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi kecer- dasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, visual, spasial, moral, emosional, musikal, logik, kinestetik, linguistik, matemat.s, dan kecerdasan naturalis. Bidang seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan ini memiliki kekhasan terreadiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman pengembangan konsepsi, apresiasi dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. Secara spesifik mata pelajaran SBK meliputi aspek-aspek, sebagai berikut Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, paturg ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah volal, memainkan alat musik, upresiasi terhadap gerak tari. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan, dan, tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari.4 Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari, dan peran. 5. Keterampilan mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skills), yang meliputi keterampilan personal, sosial, vokasional, dan akademik.
 C. TUJUAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN 
 Tujuan pembelajaran merupakan komponen pertama yang harus ditetapkan dalam proses pembelajaran. Pada dasarnya. tujuan petabelajaran merupakan rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki siswa. Peranan tujuan pembelajaran sangat penting untuk menentukan arah proses belajar mengajar (pembelajaran). Mata pelajaran pela- jaran SBK di sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah bertujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan siswa agar bisa berkreasi, berkreativitas, dan menghargai kerajinan atau kete rampilan seseorang. 
Mata pelajaran SBK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan, sebagai berikut:
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan ke- terampilan.
2. Menampilkan sikap apiesiasi terhadap seni budaya dan keterampilan.
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan kete- rampilan. 
4. Menampilkan peran seria dalam seni budaya dan kete rampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global. 
  Pendidikan SBK memiliki fungsi dan tujuan untuk mengem- bangkan sikap dan kemampuan siswa mampu berkreasi dan peka da.am berkesenian, atau memberikan kemampuan dalam berkarya dan berapresiasi 
D. METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN 
 Dalam memilih metode yang akan digunakan guru dalam prograim kegiatan pembelajaran, guru hendaknya kreatif dalam memilih metode yang akan dipakai. Sehingga dengan pemilih an metode yang tepat, mampu menumbuhkan dan mengem bungkan seluruh potensi yang dimiliki oleh siswa agar depat menghasilkan sesuatu hal yang baru berdasarkan daya pikir atau kemampuannya. Dengan pemilihan metode yang tepat dapat membantu pembentukan kepribadian anak Selain itu, dengan pemilihan metode yang tepat diharapkan anak dapat menyalurkan ekspresi jiwanya, menumbuhkan keberanian berkreası, yaitu menyalurkan pikiran dan perasaan. Buku ajar, alat musik, dan pendukung pembelajaran lainnya juga sangat dibutuhkan dalam pembelajaran SBK ini Ada beherapa sarana pendukung yang diperlukan gurud musik, perlengkapan eiektronik (tape recorder, CD dan pluyer televisi, dan lain-lain). Ketersediaan sarana pembelajaran rersebut berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bu banyak sekolah yang tidak memiliki ruang khusus pembele seni musik Adapun perlengkapan elektronik yang ada sepem tape recorder, CD dan DVD player, serta televisi yang dimil oleh beberapa sekolah keberadaannya tidak pernah digunaran sebagai serana apalagi media dalam pembelajaran seni musik pelaksanaan pembelajaran seni musik, seperti ruang praktek. 


Sumber Buku : Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Pengarang : Dr. Ahmad Susanto, M. Pd


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 4 Prinsip Pembelajaran di Sekolah Dasar