BAB 11 Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar
Bab 10 bagian 2
E EVALUASI FEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
Evaluasi untuk pembelajaran SBK meliputi segi keterampilan dengan menggunakan tes perbuatan atau peragaan, segi pengetahuannya degan menggunakan tes lisan atau pemahaman, serta tidak lepas mengenai keadaan sikap dan inisiatif siswa dalam pembelajaran (aspek nilai dan sikap). Dalam pelaksanaan penelitian, evaluasi yang akan digu- nakan untuk mengukur kreativitas siswa dalam pembelajaran SBK harus didasarkan pada aspek-aspek yang harus dicapai siswa, yaitu :
1. Aspek kognitif (pengetabuan), penilaian aspek kognitif dalam pembelajaran SBK berkenaan dengan pe.nahaman daya pikir, dan aplikasi daya pikir ke dalam perbuatan. 2.Aspek afektif (sikap), aspek afektif yang dijadikan sebagai penilaian yaitu respons (sambutan) siswa dalam menun jukkan sikap kesungguhan dalam belajar dan keberanian untuk mengungkapkan gagasan melalui gerak.
3. Aspek psikomotor (keterampilan); penilaian aspek psikomo- tor yang dilakukan untuk mengetahui kreativitass.swa men cakup kemampuan dalam menemukan gerak yang sesuai.
F. PEMBELAJARAN SBK DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan merupakar. salah satu pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah dasar menurut KTSP, SBK yang terdiri dari empat bagian besar, yaitu seni tari, seni musik, seni rupa, dan keterampilan merupakan mata pelajaran yang di dalamnya terkandung muatan nilai humaniora yang sangat berguna untuk merangsang kreativitas berpikir bagi peserta didik untuk semua cabang disiplin ilmu.
Di dalam KTSP dijelaskan bahwa pendidikan SBK meru- pakan sarana untuk mengembangkan kreativita. enak. Tujuan dan pendidikan SBK bukan untuk membina anak-anak menjadi ten.man, melainkan untuk mendidik menjadi kreatif. Seni meru pakan aktivitas permainan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Melalui mainan dalam pendidikan SBK anak memiliki keleluaran anak mengembangkan kreativitasnya. Dalam kurikulum dijelaskan bahwa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam seni budaya, yaitu kesungguhan, kepekaan, daya prodaksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta.
G. KOMPETISI GURU PENDIDIKAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
Pendidikan di sekolah (formal) berbeda dengan pendidikan di luar sekolah (nonformal), karena pada pembelajaran seni budaya di sekolah guru dituntut untuk mengarahkar proses pembelajaran seni budaya yang berpengaruh pada perubahan sikap dan perilaku siswa serta penanaman makna dan nilai-nilai seni yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran seni budaya di sekolah mengharapkan siswa mengalami sebuah proses pembelajaran yang aktif, kritis, dan kreatif.
Adapun pendidikan seni di luar sekolah, pendidikan yang disediakan hanya tertuju pada pengolahan psikomotorik siswa dan menghasilkan siswa untuk terampil dalam berkesenian tanpa mengalami proses pembelajaran yang aktif, kritis, dan kreatif Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka diperlukan seorang guru yang memiliki kompetensi yang optimal, karena guru merupakan kunci keberhasilan suatu proses pendidikan.
Menurut Hamalik (2002. 38), guru yang dinilai berkomperen secara profesional apabila memiliki kriteria, seaagai berikut :
1. Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
2 Guru tersebut mampu nelaksanakan peran-perannya secara berhasil.
3. Guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan instruksional) sekolah.
4. Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalamproses mengajar dan belajar dalam kelas
Kompetensi yang harus dimiliki guru pendidikan seni bu daya di antaranya mempunyai wawasan ilmu pengetahuan di bidangnya, di samping ilmu pengetahuan yang lainnya. Hal ini perlu dimiliki oleh seorang duru pendidikan seni budaya adalah sebuah inovasi dalam belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Seorang guru seni budaya tidak hanya terampil dalam seni saja, tetapi juga memberikan sebuah perubahan terhadap pembelajaran seni yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang membangun kreativitas.
Guru pendidikan seni budaya harus berupaya menemukan motivasi-motivasi dalam pelaksanaan pembelajaran seni. Usaha yang inovatif dilakukan gurvuseni dalam proses pelajar yang aktif di sekolah yaitu guru lebih berinteraktif dalam menuang kan gagasan-gagasan baru yang dapat memicu kreativitas, menata letak kelas, memfasilitasi dislkusi, dan yang terpenting yaitu bagaimana menyampaikan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan suasana kelas yang menyenangkan. Bukan hanya itu saja guru pendidikan seni budaya harus bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuannya. Peranan guru dalam penerapan pendidikan seni ini dianggp sebagai komponen utama, selain peran siswa serta kompone pengajaran lainnya. Peran guru dituntut untuk lebih kreati. dalam arti kreativitas seorang guru dalam penerapan pendidik an seni adalah bagaimana seorang guru harus pandai memilih bahan atau mater pembelajaran, metode yang sesuai dengan kebuuhan materi pembelajaran yang dipilih, serta kebutuhan peserta didik.
Sumber Buku : Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Pengarang : Dr. Ahmad Susanto, M. Pd
Komentar
Posting Komentar