BAB 9 Pendidikan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

 A. ESENSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
      Pendidikan dasar atau sekolah dasar merupakan momen- tum awal bagi anak untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Dari bangku sekolah dasarlah mereka mendapatkan imunitas belajar yang kemudian menjadi kebiasaan-kebiasaan yang akan mereka lakukan di kemudian hari. Sehingga peran seorang guru sangatlah penting untuk dapat menanamkan kebiasaan baik bagi siswanya, bagaimana mereka dituntut memiliki kompetensi-kompetensi yang kemudian dapat meningkatkan kemampuan siswanya. Salah satu keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa dari sekolah dasar ini adalah keterampilan berbahasa yang baik, karena bahasa merupakan modal terpenting bagi manusia. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, ada empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siwa, kete- rampilan ini, antara lain: mendengarkan, berbicara, raembaca, dan menulis. Keempat aspek berbahasa ini saling terkait antara atudengan yang lainnya, Bagaimana seorang anak acan bisa cenceritakan sesuatu setelah ià membaca ataupun setelah endengarkan. Begitu pun dengan menulis. Menulis tidak mampan menyimak, membaca dan berbicara anak. 
B. PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR 
     Pembelajaran bahasa Indonesia, terutama di sekolah dasar tidak akan terlepas dari empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan berbahasa bagi manusia sangat diperlukan. Sebagai makhluk sosial, manusia berinteraksi, berkomunikasi dengan manusia lain dengan inenggunakan bahasa sebagai media, baik berkomunikasi menggunakan bahasa lisan, juga berkomunikasi menggunakan bahasa tulis Keterampilan berbahasa yang dilakukan manusia yang berupa menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang dimodali kekayaan kosakata, yaitu aktivitas intelektual, karya otak manusia yang berpendidikan. Kita mengetahui kemampuan manusia berbahasa bukanlah inctinct, tidak dibawa anak sejak lahir, meiainkan manusia dapat belajar bahasa sampai terampil terbahasa, mampu berbahasa untuk kebutuhan berkomunikasi Penggunaan bahasa dalam interaksi dapat dibedakan menjadi dua, yakni lisan dan tulisan. Agar individu dapat menggunakan bahasa dalam suatu interaksi, maka ia harus memiliki kemampuan berbahasa. Kemampuan itu digunakan untuk mengomunikasikan pesan. Pesan ini dapat berupa ide 2-53an), keinginan, kemauan, perasaan, ataupun interakst Menurut inditadi (2006: 57), ada lima faktor yang harus dipa- dukan dalats berkomunikasi, sehingga pesan ini dapat dinyatakan arawdirampaikan yaitu: stroktur pengetahuan (schemata, ke bahasaan, strategi produktif, mekanisme psikofisik, dan konteks.
C. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia 
    Tujuan pelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain ber tujuan agar riswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Adapun tujuan khusus pengajaran baliasa Indo nesia, antara lain agar siswa memiliki kegemaran membaca, meningkatkan karya sastra untuk meningkatkan kepribadian, mempertajam kepekaan, perasaar, dan memperluas wawasan kehidupannya. Pengajaran bahasa Indonesia juga dimaksudkan untuk melatih keterampilan mendengar, berbicara, merabaca, dan menulis yang masing-masing erat hubungannya Pada hakikatnya, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan ur tuk meningkatkan kemampuan sirwa calam berkomunikar dengan hahasa Indonesia baik secara lisan maupan tulisan. 

D. PEMBELAJARAN MENULIS 
1. Pengertian Menulis 
Menuils merupakan kegiatan yang paling sering dilakakan le setiap orang Menulis membutuhkan keterampilan khusu Jang hans dipelajari dan senantiasa dilatih. Menulis memeria rampilan tambahan bahkan motivasi tambahan pula. 
Menulis pada dasarnya adalah kegiatan seseorang menem- patkan sesuatu pada sebuzh dimensi ruang yang masih kosong. setelah itu hasilnya yang berbentuk tulisan dapat dibaca dan dipahami isinya. Menulis merupakan kombinasi antara proses dan produk. Prosesnya, yaitu pada saat mengumpul- kan ide-ide sehingga tercipta tulisan yang dapat terbaca cleis pembaca (produk). Mengacu pada proses pelaksanaannya, menulis merupakan kegiatan yang dapat dipandang sebagai suatu proses, suatu keterampilan, proses berp.kir, kegiatan informasi, kegiatan berkomunikasi. 
Pertama, menusis sebagai suatu proses, menulis berisi serangkaian kegiatan mulai dari TEO BLAJAR PEMBELAIARAN DI SEKOLAH DASAR menyusun rencana (perencanaan, pra-menulis), roenulis draf (cengedrafan), memperbaiki draft (perbaikan), menyun ting draf (penyuntingin), dan memublikasikan hasil tulisan (uersenqnuad).
Kedua menulis sebagai suatu keterampilan, menulis sebagai keterampilan berbahasa lainnya perlu dilatihkan secara serius dan konsisten Hal ini akan memberi kemungkinan lebih besar siswa untuk memiliki keterampilan yang lebih baik Latihan harus selektif sehingga pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan tujuan dan benar-benar dapat menunjang pencapaian target kemampuan menulis yang diharapkan, sehingga dapat memberikan nanfaat bagi siswa secara nyata dalam kehidupan sehari hari.
Ketiga, menulis sebagai proses berpikir (kegiatan bernalar) dalam menulis seorang penulis dituntu: memiliki penalaran yang baik sehingga menghasilkan tulisan yang baik. Bernalar merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam kegiatan menulis Siswa harus menyeleksi dan mengorganisasi informasi untuk kermudian mempresentasikannya kembali dalam urutan yang logis Dalam menulis, siswa akan memikirkan terlebih dahulu apa yang akan ditulisnya sehingga ide dan gagasan dapat ditulisnya dengan baik. Menulis mendorong anak untuk berpikir terlebih dahulu sebelum menulis karangannya. 
Keempat, menulis sebagai kegiatan informasi. Dalam menulis diperlukan dua kompetensi, yaitu kompetensi mengelola cipta, rasa, dan karsa, serta kompetensi memformulasikan kegiatan hal itu ke dalam bahasa tulis Tercakup dalam kompetensi pertama, vaitu penguasaan tentang substansi, ruang lingkup, dan sistematika permasalahan yang akan ditulis Kompetenst OS2Ldua beckaitan dengan kemampuan menggunakan sulie meneakup penguasaan kaidah tata tulis diksi, kalimat, aragraf, dan sebagainya.
Kelia, menulis secbagai kegiatan berkomunikasi. Scscorang menulis dengan mempertimhangkan audiensi (pembaca), karena menulis tidak ditujukan untuk diri sendiri. Untuk itu, dalam nulis perlu mempertimbangkan konteks tulisan mencakup apa, slaps, kopan, untuk tujuan apa, bentuk tulisan, media yang dipilih, dan sebagainya sehingga tulisan yang dihasilkan komunikatif. 

2 . Fungsi Menulis 
Fungai menulis adalah sebagai alat komunikasi tidak la sung karena tidak langsung berhadapan dengan pinak lain yang membaca tulisan kita tetapı melalui bahasa tulisan Menune Tarigan (2008 22), fungsi utama dari tulisan yaitu sebagai alat komunikası yang tidak langsung Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudah kan para pelajar berpikir. Juga dapat menolong kita berpikir secara kritis. luga dapat memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tang gap atau persepsi kita, memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman. 
a. Fungsi penataan, yaitu fungsi penataan terhadap gagasan pikiran, pendapat, imajinasi, dan lainnya, serta terhadap penggunaan bahasa, sehingga menjadi tersusun. 
b. Fungsi pengawetan, yaitu untuk mengawetkan pengaturan sesuatu dalam wujud dokumen tertulis. 3. Tu writer.
c. Fungsi penciptaan, yaitu mengarang berarti mewujudkan sesuatu yang baru. dikate menyampaikan gagasan, pikiran, imajinasi, dan lain itu, yang sudah diawetkan menijadi suatu karangan.
d. Fungsi penyampaian, yaitu mengarang berfungsi dalam penyampaiannya tidak saja kepada orang dekat, dapat juga kepada yang berjauhan. 
e. Fungsi melukiskan, yaitu menggambarkan atau men- deskripsikan sesuatu.
f. Fungsi memberi petunjuk, berarti dalam karangan itu penulis memberikan petunjuk tentang cara atau aturan melaksanakan sesuatu. 
g. Fungsi memerintahkan, yaitu penulis meinberikan perin tah, permintaan, anjuran, nasihat, agar pembaca menialan- kannya, atau larangan agar pembaca tidak melakukan apa yang dilarang penulis. 
h. Fungsi mengingat, yaitu penulis mencatat suatu peristiwa, keadaan, keterangan, atau lainnya, dengan maksud agar tidak ada yang terlupakan dalam karangan.
I. Fungsi korespondensi, yaitu fungsi surat dalam mem beritahukan, menanyakan, memerintahkan atau meminta sesuatu kepada orang yang dituju, mengharapkan orang yang dituju, mengharapkr.n orang itu untuk memenuhi apa yang dikemukakannya itu serta membalasnya dengan tertulis pula. 
3. Tujuan Menulis 
Yang dimaksud dengan maksud atau tujuan penulis (the writer intention) adalah respons atau jawaban yang o harapkan oleh penulis akan diperolehnya dari pembaca Berdasarkan batasan ini, dapatlah dikatakan bahwa tujuan menulis dapat dikategorikan ke dalam empat macam, antara lain :
a. Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan atau meng ajar, disebut wacana informatif (informative discourse) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan penerangan kepada para pembaca.
b. Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan, diseout wacana persuasif (persuasive dircourse). 
c. Tulisan yang bertujuan untuk menghibur atau menyenang kan atau yang mengandung tujuan estetik disebut tulisan literer atau wacana kesastraan (literacy discourse). Tujuan penulisan untuk menyenangkan ini disebut juga tujuan altru'stis (altruistic purpose), yaitu penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. 
d. Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api disebut wacara ekspresif (expressive discourse) Sebagai gambaran, menulis puisi dapat terma- suk menulis yang bertujuan untuk pernyataan diri dengan pencapaian nilai-nilai artistik 
4. Manfaat Menulis 
Dalam dunia pendidikan, menulis sangat berharga, sebab menulis membantu seseorang berpikir lebih mudah. Menulis sebagai suatu alat dalam belajar dengan sendirinya memainkan peranan yang sangat penting. Dilihat dari sudut pandang ini, kegunaan menulis dapat diperinci, sebagai berikut :
a. Menulis membantu kita menemukan kembali apa yang per- nah kita ketahui. Menulis mengenai suatu topik, merangsang pemikiran kita mengenai topik tersebut dalam membantu kita membangkitkan pengetahuan dari pengalaman masa lalt 
b. Menulis menghasilkan ide-ide baru. Tindakan menulis merangsang pikiran kita untuk mengadakan hubungan, mencapai pertalian dan menarik persamaan (analogi) antara ide-ide yang tidak pernah akan terjadi, seandainya kita tidak menulis. 
c. Menulis membantu kita mengorganisasikan pikiran dan menempatkannya dalam suatu wacana yang berdiri sendiri. 
d. Menulis membuat pikiran seseorang siap untuk dibaca dan dievaluasi. Kita dapat membuat jarak dengan ide kita sendiri dan melihatnya lebih objektif pada waktu kita siap menuliskannya. 
e. Menulis membantu kita menyerap dan menguasai informası baru. Kita akan dapat menyimpannya lebih lama, jika kita menuangkannya dalam bentuk tulisan. 
f. Menulis membantu kita memecahkan masalah dengan jalan memperjelas unsur-unsurnya dan menempatkannya dalam suatu konteks visual, sehingga dapat diuji.
5. Tahap-tahap Proses Menulis
      Menurut Tompkins dalam Resmini dkk. (2006: 226) meng- uraikan proses menulis mer.jadi lima tahap yang diidentifika- sikan melalui serangkaian penelitian tentang proses menulis yang n.eliputi: a. Tahap pra-menulis (prewriting). Tahap pra-menulis merupakan tahap siap menulis, atau disebut juga dengan tahap penemuan menulis. Aktivitas dalam tahap ini melipiti :
a. Tahap Pra menulis (prewriting) 
b. Tahap penyusunan draf penulisan (drafting) 
c. Tahap perbaikan (revisi) 
d. Tahap penyuntingan (editing) 
e. Tahap pemublikasian (publishing). 
6. Pembelajaran Menulis Pemulaan
a. Pengenalan
b. Menyalin
c. Menulis halus atau indah
d. Menulis nama
e. Mengarang sederhana. 

Sumber Buku : Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Pengarang: Dr. Ahmad Susanto, Mpd. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 4 Prinsip Pembelajaran di Sekolah Dasar