Postingan

BAB 13 Pembelajaran Agama di Sekolah Dasar

Bab 11 bagian 2 D. KOMITMEN SISWA TERHADAP AGAMA     Tolok ukur dalam komitmen agama Islam adalah keya- kinan hati terhadap zat yang satu yaitu Allah pencipt: semesta alam dan keyakinan terhadap utusan-Nya, yaitu Rasulullah Muhammad SAw sebagai Rasul dan Nabi terakhir. Keyakinan ini kemudian diikrarkan dengan lisan sebagai perwujudan keyakinan dan diamalkan dengan anggota badan. Pernyataan Ini sehagaimana pengertian iman yang dikemukakan oleh para ulama dari masa ke masa, seperti dijelaskan oleh al-Utsaimin (2002: 14), bahwa pengertian iman, yaitu "diyakini dengan hail, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggeta badan." Pengukuran keyakinan dengan mengajukan persaksian secara lisan merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh, walau cara ini pun menghadapi suatu kendəla yaitu kemung- kinan untuk berdusta atau berbohong menutupi keyakinan yang sebenarnya. Fenomena ini bukan sesutu yang asing, di dalam Islam dikenal istilah munafik bagi orang-orang yang perkataannya ...

BAB 12 Pembelajaran Agama di Sekolah Dasar

Bab 11 bagian 1 A. HAKIKAT PEMBELAJARAN AGAMA DI SEKOLAH      Pendidikan agama secara umum adalah upaya untuk men- jadikan manusia mampu untuk mewujudkan tujuan pencipta- annya. Manusia diciptakan agar mereka mengetahui hakikat Tuhannya, mengesakan, memui nikan ibadah kepada Tulhannya, dan mau menghanıbakan diri dengan menjalankan seluruh perintah dan menjauhi semua larangannya. Tujuan pendidikan agama Islam tersebut dicapai melalui materi-materi yarg dipadatkan ke dalam lima unsur pokok, yaitu: Al-Qur'an, keimanan, akhlak, fikih, dan vimbingan ibadah, serta tarikh atau sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama, ilmu pengetahuan, dan kebu- dayaan. Pemberian nateri ini diharapkan dapat memberikan kemampuan-kemampuan dasar yang harus dimiliki lulusan sekolah dasar, yaitu memiliki landasan imen yang benar, yang diukur dengan indikator-indikator: 1. Siswa mampu melaksanakan atau menjalankan kehidupan beribadah.  2. Siswa mengenal kitab suci sesuai deng...

BAB 11 Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar

Bab 10 bagian 2 E EVALUASI FEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN        Evaluasi untuk pembelajaran SBK meliputi segi keterampilan dengan menggunakan tes perbuatan atau peragaan, segi pengetahuannya degan menggunakan tes lisan atau pemahaman, serta tidak lepas mengenai keadaan sikap dan inisiatif siswa dalam pembelajaran (aspek nilai dan sikap). Dalam pelaksanaan penelitian, evaluasi yang akan digu- nakan untuk mengukur kreativitas siswa dalam pembelajaran SBK harus didasarkan pada aspek-aspek yang harus dicapai siswa, yaitu : 1. Aspek kognitif (pengetabuan), penilaian aspek kognitif dalam pembelajaran SBK berkenaan dengan pe.nahaman daya pikir, dan aplikasi daya pikir ke dalam perbuatan. 2.Aspek afektif (sikap), aspek afektif yang dijadikan sebagai penilaian yaitu respons (sambutan) siswa dalam menun jukkan sikap kesungguhan dalam belajar dan keberanian untuk mengungkapkan gagasan melalui gerak.  3. Aspek psikomotor (keterampilan); penilaian aspek psikomo- ...

BAB 10 Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan di Sekolag Dasar

Bab 10 bagian 1 A. PENDIDIKAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN      Pendidikan seni budaya dan keterampilan (SBK) pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya yang aspek-aspeknya, meliputi: seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan. Pendidikar kesenian sebagaimana yang dinyatakan Ki Hajar Dewantara dalam Bastomi (1993 20), merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepribadian anak. Pendidikan seni di sekolah, dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan dalam membentuk jiwa dan kepriba dian, berakhlak mulia (akhlakul karimah). Pendidikan seni budaya dan keterampilan sebagai mata pelajaran di sekolah sangat penting keberadaannya, karena pendidikan ini memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pendidikan SBK di sekolah dasar memiliki fungsi dan tujuan untuk mengembangkan sikap dan kcmampuan dalam berkarya dan berapresiasi. Pendidikan SBK memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memerhati...

BAB 9 Pendidikan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

 A. ESENSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA       Pendidikan dasar atau sekolah dasar merupakan momen- tum awal bagi anak untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Dari bangku sekolah dasarlah mereka mendapatkan imunitas belajar yang kemudian menjadi kebiasaan-kebiasaan yang akan mereka lakukan di kemudian hari. Sehingga peran seorang guru sangatlah penting untuk dapat menanamkan kebiasaan baik bagi siswanya, bagaimana mereka dituntut memiliki kompetensi-kompetensi yang kemudian dapat meningkatkan kemampuan siswanya. Salah satu keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa dari sekolah dasar ini adalah keterampilan berbahasa yang baik, karena bahasa merupakan modal terpenting bagi manusia. Dalam pengajaran bahasa Indonesia, ada empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siwa, kete- rampilan ini, antara lain: mendengarkan, berbicara, raembaca, dan menulis. Keempat aspek berbahasa ini saling terkait antara atudengan yang lainnya, Bagaimana seorang anak acan bisa...

BAB 8 Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar

A. HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN      Tujuan pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mem- persiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, ber- bangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus-menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang NKRI. Konstitust negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh kom- ponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.      Istilah pendidikan kewarganegaraan apabila dikaji secara mendalam berasal dari kepustakaan asing, yang memiliki dua istilah, yakni civic education dan citizenship education. Cogan (1999 4) menjelaskan kedua istilah ini, sebagai berikut: 1. Civic education, diartikan sebagai corrse wark in school designed to p...

Bab 7 Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

A. Pengertian Matematika Belajar matematika merupakan suatu syarat cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Karena dengan belajar inatematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif, dan aktif. Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsep-konsep matematika haru: di- pahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Kata matematika berasal dari bahasa Latin, manthanein atau mathema yang berarti "belajar atau hal yang dipelajari: sedang dalam bahasa Belanda, matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (De pdiknas, 2001: 7). Matematika merupakan salah satu disiplirn ilmu yang da- pat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari- hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketutuhan akan aplikasi matematika saat ini dan masa depan tidak banya...